![]() |
Dokumentasi Pengurus MWC NU Ngaliyan dan Takmir Masjid Baitussalam Wates (Ahad,23/03/2025) |
Pada Ahad, 23 Maret 2025, bertepatan dengan malam 24 Ramadhan 1446 Hijriyah,
Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Ngaliyan
menyelenggarakan putaran ketiga sekaligus putaran akhir dari rangkaian tarawih
keliling. Acara ini berlangsung di Masjid Baitussalam, Rejomulyo Wates, Kecamatan
Ngaliyan, dengan dihadiri oleh masyarakat, jamaah masjid, pengurus, dan santri
dari Panti Asuhan Iskandariyah.
Acara diawali dengan pelaksanaan shalat tarawih
bersama sebanyak 20 rakaat dan diikuti dengan witir 3 rakaat. Setelah itu, acara
resmi dibuka oleh takmir masjid, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua
Tanfidziyah MWC NU Ngaliyan, Dr. KH. Agus Chunaifi, M.Ag. Dalam sambutannya,
beliau menyampaikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan tarawih keliling
yang menjadi kegiatan penutup rangkaian ini, sekaligus mengajak jamaah untuk
terus saling mendukung dan semangat menyambut akhir bulan Ramadhan.
Sebagai organisasi masyarakat dengan struktur hingga tingkat
RT dan RW, NU memiliki berbagai badan otonom seperti Muslimat, Fatayat, IPPNU,
Ansor, Banser, dan IPNU. Rangkaian kegiatan MWC NU Ngaliyan meliputi buka
bersama, tarawih keliling, serta acara kajian dan mauidhoh hasanah yang rutin
diadakan setiap Jumat malam Sabtu. Selain itu, terdapat Unit Pelaksana Zakat,
Infaq, dan Sedekah (UPZIS) yang resmi diakui dengan SK Kemenkumham.
Malam itu, UPZIS MWC NU Ngaliyan memberikan santunan
kepada delapan santri Panti Asuhan Iskandariyah dan belasan warga Wates, dengan
harapan dapat memotivasi semangat berinfak serta memberikan manfaat bagi
masyarakat.
![]() |
Dokumentasi Santunan warga Wates Dan Panti Asuhan Iskandariyah Wates(Ahad,23/03/2025) |
KH. Ali Makruf, M.Ag., sebagai
penceramah malam itu, menyampaikan hikmah tentang pentingnya bersyukur dapat
bertemu Ramadhan, serta mengajak jamaah untuk memanfaatkan 10 hari terakhir
dengan meningkatkan iman dan amal. Beliau juga menekankan pentingnya saling
menghormati perbedaan di antara umat Islam, termasuk berbagai organisasi
masyarakat seperti darmo gandul dan Aboge.
![]() |
Tausiyah KH. Ali Makruf, M.Ag (Ahad,23/03/2025) |
Dalam tausiyahnya, beliau juga menjelaskan makna puasa sebagai upaya menahan
diri dari hal-hal yang halal hingga waktu berbuka, termasuk menahan amarah dan
nafsu, serta mengelola kebutuhan dengan bijak. Harapannya, semoga masyarakat
Wates, Kecamatan Ngaliyan, dan Indonesia secara umum semakin bertambah keimanan
dan ketaqwaannya. Kontributor(ahmad irfain)